- Home >
- KISAH PENUH HIKMAH >
- Tangisan Rasulullah Menggoncangkan Arasy
Posted by : YAHYA
Thursday, 6 November 2014
Tangisan Rasulullah Menggoncangkan Arasy
Dikisahkan, bahwasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik
bertawaf di Ka’bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil
berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!”.
Rasulullah s.a.w. menirunya membaca “Ya Karim! Ya Karim!” Orang
itu Ialu berhenti di salah satu sudut Ka’bah, dan berzikir lagi: “Ya Karim! Ya
Karim!” Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya “Ya
Karim! Ya Karim!” Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang
dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum
pernah dikenalinya. Orang itu Ialu berkata:
“Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja
memperolok-olokkanku, karena aku ini adalah orang Arab badwi? Kalaulah bukan
kerana ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada
kekasihku, Muhammad Rasulullah.”
Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah s.a.w.
tersenyum, lalu bertanya: “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?”
“Belum,” jawab orang itu. “Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?”
“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya
belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya, sekalipun saya belum
pernah bertemu dengannya,” kata orang Arab badwi itu pula.
Rasulullah s.a.w. pun berkata kepadanya: “Wahai orang Arab!
Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!” Melihat
Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya.
“Tuan ini Nabi Muhammad?!” “Ya” jawab Nabi s.a.w. Dia segera
tunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah s.a.w. Melihat hal itu, Rasulullah
s.a.w. menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya:
“Wahal orang Arab! janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan
seperti itu biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada juragannya, Ketahuilah,
Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabbur yang meminta
dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita.
Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari
langit dia berkata: “Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan
bersabda: “Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan
belas kasih Allah. Ketahuilah bahawa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar
nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar!”
Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Maka orang Arab itu
pula berkata:
“Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan
membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan
dengannya!” kata orang Arab badwi itu. “Apakah yang akan engkau perhitungkan
dengan Tuhan?” Rasulullah bertanya kepadanya. ‘Jika Tuhan akan memperhitungkan
dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran maghfirahnya,’
jawab orang itu. ‘Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan
betapa keluasan pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba, maka
hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawanannya!’
Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah s.a.w.
pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu, air
mata beliau meleleh membasahi Janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril turun
lagi seraya berkata:
“Ya Muhammad! Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan
bersabda:
Berhentilah engkau dari menangis! Sesungguhnya karena tangismu,
penjaga Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga la bergoncang.
Katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga
tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya. Allah sudah rnengampuni semua
kesalahannya dan la akan menjadi temanmu di syurga nanti!” Betapa sukanya orang
Arab badwi itu, mendengar berita tersebut. la Ialu menangis karena tidak
berdaya menahan keharuan dirinya.
Source : Himpunan kisah-kisah teladan
Shared By Kisah Penuh Hikmah