Posted by : YAHYA
Sunday, 16 August 2015
2015/2016
saya akan menceritakan sebuah kisah seorang cewek penuh penantian cinta pertama terhadap seorang cowok yang sangat di cintai-Nya. Mari kita simak kisah nya.
Apakah aku harus bertahan?
Apakah aku harus bersabar?
Apakah cinta ini hanya aku yang rasakan?
Tak pantaskah aku untuk di cintai?
Salahkah bila hati ini mencintainya?
Pagi ini aku seperti biasanya pergi ke sekolah
dengan tergesa-gesa, aku selalu telat lima belas menit setelah pintu
pagar ditutup oleh satpam penjaga pagar sekolah yang super galak, aku
yang setiap hari telat tidak ada cara lain selain memanjat pagar
belakang sekolah agar tidak ketahuan oleh pak
satpam.Assalamua’laikum, kataku memberi salam kepada teman-teman
sekelasku.Walaikum Salam, ucap pak guru dan teman-temanku.Kamu selalu
telat, kata pak Darman.Maaf pak, jawabku sambil menunduk.Pak Darman
dan guru-guru yang lainnya sudah tidak menanyakan lagi kenapa aku
telat pergi ke sekolah, karna hampir setiap hari aku telat, dan
dengan alasan yang sama antri mandi dengan adik-adikku, saat guruku
bertanya memangnya adik kamu ada berapa? adik saya ada sembilan dan
saya merupakan anak pertama, sebagai anak pertama saya harus mengalah
dan bersabar terhadap adik-adik saya, jawabku. (mungkin alasanku
konyol tapi alasan ini sungguh sangat manjur).
Aku-pun duduk dikursi paling belakang dan tepat
di baris kedua belakang merupakan kursi cowok yang aku cintai dan aku
kagumi selama ini, cowok yang aku suka saat pertama kali aku
melihatnya, saat pertama kali aku masuk sekolah ini, tapi bukan aku
saja yang mencintainya, tapi hampir semua anak cewek di sekolahku
suka padanya, namun aku tidak terlalu menonjol mencintai-nya, tidak
seperti cewek-cewek lain yang terang-terangan mengatakan cinta
padanya, aku hanya bisa mengagumi dan mencintainya secara diam. Yah
hanya itu yang bisa aku lakukan, biarlah hati ini yang berbicara
bahwa ternyata sesungguhnya aku terlalu mencintainya. Namanya Riyan,
orangnya pintar, tinggi, putih, keren, jago olahraga dan kaya, wajar
saja hampir semua cewek di sekolahku suka padanya mulai dari adik
kelas hingga kakak kelas, aku dan Riyan sangat berbeda, aku tidak
terlalu cantik, tidak pintar, dan bukan pula berasal dari orang
berada, namun aku sangat mencintainya, tapi dia tidak merasakan hal
yang sama sepertiku, dia mencintai orang lain dan saat ini mereka
pacaran. cewek itu lebih cantik dariku, pintar dan kaya, aku tak bisa
menyayingi cewek yang begitu sempurna, yang bisa aku lakukan hanyalah
mencintainya dengan cara diam. Setiap hari aku melihat Riyan dan
cewek itu sangat dekat. Mulai dari makan bareng, belajar bareng dan
banyak hal yang dilakukan berdua dengan cewek tersebut. Aku muak
dengan semua itu, aku benci dan ingin marah tapi aku tidak bisa
berbuat apa-apa karna Riyan tak bisa mencintaiku seperti aku
mencintainya.
Empat tahun kemudian, semenjak lulus sekolah aku
tidak pernah bertemu lagi dengan Riyan karena Riyan sekarang kuliah
diluar negeri, yang aku tahu Riyan melanjutkan pendidikannya di
Sogang University yang berdiri di pusat kota Seoul, tepatnya di
wilayah Mapo-gu dan program yang Riyan ambil adalah Business, yang
merupakan salah satu program favorit di University tersebut.
Hari ini adalah hari reuni dimana semua murid
berkumpul disekolah SMA kami yang dulu, aku sangat senang akan hal
itu, mungkin inilah saatnya aku mengungkapkan perasaanku padanya. Aku
berdandan sangat cantik, aku sudah siap mengatakan “aku cinta
kamu” pada Riyan, aku sudah siap dengan jawaban apa yang akan Riyan
berikan padaku, aku sudah tidak tahan menyimpan perasaan ini lagi.
Hati ini terus memanggil-manggil namanya, tapi setelah lama aku
menunggunya namun dia tak kunjung datang, apakah Riyan memang tidak
datang ke acara reuni ini (membatin).Adel, panggil teman sekelas ku
Edo, Edo adalah teman dekatnya Riyan di sekolah.Iya, jawabku. Edo pun
berlari kearahku.Ada apa Do? tanya ku pada Edo.Adel, ini ada surat
untukmu, kata Edo, sambil menyodorkan surat tersebut kepadaku.Dari
siapa? Tanyaku lagi sambil mengambil surat dari tangan Edo.Udah, baca
saja dulu, kata Edo yang lari meninggalkan ku.Aku pun membuka surat
tersebut, dan mulai membaca surat tersebut.
Dear,
Adel
Adel sudah lama kita tak bertemu, apakah kamu
baik-baik saja? Bagaimana keadaan kampusmu? Apa masih telat seperti
dulu lagi? hehehe Adel sebenarnya aku tahu kamu suka padaku, akupun
juga merasakan hal yang sama padamu, sebenarnya aku pacaran dengan
Emi karna aku ingin melihat apakah kamu mencintaiku, Emi adalah
sepupuku dan dia sudah punya pacar sendiri, aku dan dia hanya
pura-pura pacaran untuk memastikan apakah engkau mencintaiku.
Semenjak aku pacaran dengan Emi aku sering memperhatikanmu, sangat
terlihat wajahmu yang cemberut dan cara melihatmu yang tidak suka
melihatku dengan Emi, tapi kamu malah tidak mengatakannya kamu hanya
diam, berbeda dengan cewek-cewek lainnya yang terus terang-terangan
menyatakan cintanya padaku. Maaf dengan caraku ini membuatmu sakit
hati atau bahkan benci padaku, namun dengan cara seperti ini aku
dapat mengetahui apakah kamu mencintaiku? Mungkin aku terlalu
pengecut saat itu dan hal itu benar-benar konyol, namun saat ini aku
tidak ingin terjadi hal yang sama.
Adel, sebenarnya aku sangat sayang padamu,
aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama, biarkan hati ini yang
berbicara bahwa ternyata sesungguhnya aku mencintaimu, aku cinta kamu
Adel, maukah engkau menikah denganku, apabila engkau mau maka
datanglah padaku dan peluklah aku namun apabila engkau tidak mau,
engkau boleh pergi dariku. Adel, angkatlah wajahmu dan lihatlah aku
dihadapan mu.
By : Riyan.
Akupun mengangkat wajahku dan melihat ke
hadapanku, ternyata tidak jauh dari ku terlihat sesosok laki-laki
yang berdiri dan melihat ke arahku, laki-laki itu adalah Riyan.Saat
aku melihat Riyan, aku berbalik pergi meninggalkannya, dua langkah
kaki telah ku lewati namun aku berbalik kembali kearah Riyan, ku
lihat wajahnya tertunduk aku pun berlari kearahnya dan memeluknya.
Riyan yang menerima pelukan dariku sangat senang dan memelukku dengan
erat seakan Riyan tak ingin kehilanganku. Aku sunguh sangat bahagia,
ternyata cintaku tidak bertepuk sebelah tangan, aku percaya hati
tidak akan salah memilih dan aku rela bertahan, seandainya aku tidak
bertahan, mungkin aku tak bisa bersatu dengannya. Mulai saat ini,
nanti dan seterusnya aku dan Riyan akan melewati hari-hari ini
bersama.
Terima kasih banyak sudah membaca di blog saya tentang penantian cinta pertama di sekolah.
Karya : Yuliza AzellaTerima kasih banyak sudah membaca di blog saya tentang penantian cinta pertama di sekolah.
Nama pena : Uli Alesha
SM : kepada pembaca di coment ya.... :)
