- Home >
- UNTUKMU WAHAI PENCARI ILMU
Posted by : YAHYA
Tuesday, 18 August 2015

UNTUKMU WAHAI PENCARI ILMU
Assalamualaikum,wr,wb.
Ada seorang santri
dari Indonesia menuntut ilmu di Rubath Tarim pada zaman Habib Abdullah bin Umar
Asy-Syathiri. Setelah di sana 4 tahun, santri itu minta pulang. Dia pamit minta
izin pulang kepada Habib Abdullah.
“Habib, saya mau pulang saja.”
“Lho, kenapa?” tanya beliau.
“Bebal otak saya ini. Untuk menghafalkan setengah mati, tidak pantas saya menuntut ilmu, saya minta izin mau pulang.”
Habib Abdullah berkata “Jangan dulu, sabar.”
“Sudah Bib, saya sudah empat tahun bersabar, sudah tidak kuat, lebih baik saya menikah saja.”
“Lho, kenapa?” tanya beliau.
“Bebal otak saya ini. Untuk menghafalkan setengah mati, tidak pantas saya menuntut ilmu, saya minta izin mau pulang.”
Habib Abdullah berkata “Jangan dulu, sabar.”
“Sudah Bib, saya sudah empat tahun bersabar, sudah tidak kuat, lebih baik saya menikah saja.”
Lalu beliau berkata
“Sebentar, saya mau mengetes dulu bagaimana kemampuanmu menuntut ilmu.” santri
itu menjawab “Sudah bib, saya menghafalkan setengah mati, tidak hafal- hafal.”
Habib Abdullah kemudian
masuk ke kamar, mengambil surat-surat untuk santri itu. Pada masa itu
surat-surat dari Indonesia ketika sampai di Tarim tidak langsung diberikan.
Surat tersebut tidak akan diberikan kecuali setelah santri itu menuntut ilmu
selama 15 tahun.
Kemudian Habib Abdullah menyerahkan
seluruh surat itu kepadanya, kecuali satu surat.
Setelah diterima, dibacalah surat-surat itu sampai selesai. Satu surat yang tersisa kemudian diserahkan.
“Ini surat siapa?” tanya Habib.
“Owh, itu surat ibu saya.”
“Bacalah!”
Setelah diterima, dibacalah surat-surat itu sampai selesai. Satu surat yang tersisa kemudian diserahkan.
“Ini surat siapa?” tanya Habib.
“Owh, itu surat ibu saya.”
“Bacalah!”
Santri itu menerima surat dengan
perasaan senang, kemudian dibacanya sampai selesai.
Saat membaca, kadang dia tersenyum sendiri, sesekali diam merenung, dan sesekali dia sedih.
“Sudah kamu baca?” tanya beliau lagi.
“Sudah ya habib.” “Berapa kali?” tanya beliau.
“Satu kali ya habib." “Tutup surat itu! Apa kata ibumu?”
“Ibu saya berkata saya disuruh mencari ilmu yang bener, bapak sudah membeli mobil baru. Adik saya sudah diterima bekerja di sini, dan lain-lain.”
Saat membaca, kadang dia tersenyum sendiri, sesekali diam merenung, dan sesekali dia sedih.
“Sudah kamu baca?” tanya beliau lagi.
“Sudah ya habib.” “Berapa kali?” tanya beliau.
“Satu kali ya habib." “Tutup surat itu! Apa kata ibumu?”
“Ibu saya berkata saya disuruh mencari ilmu yang bener, bapak sudah membeli mobil baru. Adik saya sudah diterima bekerja di sini, dan lain-lain.”
Isi surat yang panjang
itu dia berhasil menceritakannya dengan lancar dan lengkap. Tidak ada yang
terlewatkan.
“Baca satu kali kok
hafal? Katanya bebal gak hafal-hafal, sekarang sekali baca kok langsung hafal
dan bisa menyampaikan.” kata Habib dengan pandangan serius.
Santri itu bingung
tidak bisa menjawab. Dia menganggap selama ini dirinya adalah seorang yang
bodoh dan tidak punya harapan. Sudah berusaha sekuat tenaga mempelajari ilmu
agama, dia merasa gagal. Tetapi membaca surat ibunya satu kali saja, dia
langsung paham dan hafal.
Habib Abdullah akhirnya menjelaskan
kenapa semua ini bisa terjadi. Beliau mengatakan:
“Sebab ketika engkau
membaca surat dari ibumu itu dengan perasaan gembira. Ini ibumu, coba jika
engkau membaca syariat Nabi Muhammad Saw dengan bahagia dan bangga, ini adalah
Nabiku, niscaya engkau sekali baca pasti langsung hafal. ”
Banyak saudara-saudara
kita (atau malah kita sendiri) yang tanpa sadar mengalami yang dirasakan santri
dalam kisah diatas. Jawabannya adalah rasa cinta. Kita tidak menyertakan
perasaan itu saat membaca dan mempelajari sesuatu, sehingga kita merasa diri
kita bodoh dan tidak punya harapan sukses.
Banyak orang merasa bodoh dalam
pelajaran, tetapi puluhan lagu-lagu cinta hafal di luar kepala. Padahal tidak mengatur
waktu khusus untuk menghapalkannya.
“ Ya Allah, bukakanlah pintu hati kami sebagaimana orang-orang yang arif ,
Kurniakanlah kepada kami kefahaman Nabi-Nabi dan ilham para Malaikat yang
hampir dengan-Mu, dengan Rahmat-Mu Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah Lagi Maha
Penyayang. ”
Terimakasih sudah mengunjungi dan menyediakan waktu sejenak jangan lupa di like dan Share Yaa
Terimakasih sudah mengunjungi dan menyediakan waktu sejenak jangan lupa di like dan Share Yaa
Semoga bermanfaat ,,,,Amin.........
Sumber : https://www.facebook.com/radioquinspirasi/posts/472547436248638:0