Popular Post

Posts

Posted by : YAHYA Monday, 27 October 2014

    Assalamualaikum, wahmatullahi, wabarakatuh....

 Wahai saudaraku, jika anda diberi harta lalu tidak mensyukurinya dan lalai terhadap akhirat, berarti harta itu merupakan ujian bagi anda. Rasulullah saw. bersabda " Dunia yang sedikit saja bisa membuat lalai terhadap akhirat " Lalu,bagaimana dengan harta yang berlimpah?


   Maka janagn tergila-gilalah kita terhadap harta yang kita miliki, karna sesuatu saat harta akan meninggalkan kita semua. maka sebab itu bersikap bijaklah, karna kita lah yang akan meninggalkan harta bukan sebalik Nya, jika kita lebih di utamakan dunia maka akhirat akan melupakan kita , kita sama seperti kita mempunyai istri dua. Istri yang pertama sudah tuadan suka berkhianat, sedangkan istri yang ke dua masih cantik,muda,dan setia. kalau kita lebih suka memiliki istri yang pertama dibandingkan istri kedua, berarti kita sangat bodoh.Yang tua itu adalah dunia, sedangkan yang muda adalah akhirat.


     Dunia berikut seluruh kenikmatan yang dijanjikanNya persis seperti wanita tua pengidap kusta tetapi mengenangkan baju sutera indah. Hanya orang beriman saja yang mengetauhi hakikat itu dan berusaha menjahuinya.


    Sadarilah wahai saudaraku bahwa peneriama rahasia hanya lah allah, ketiak allah memberikan kepada kita semua makan, minum, pakaian, dan perhiasan, bukankah hal itu sudah cukup bagi mencintai harta? Orang yang mencitai harta sama persis seperti orang pengkhianat amanah, sementara orang yang  mengkhianat amanah takkan diberi tahu rahasia yang ada.

    Jadikanlah harta mu sebagai sarana untuk bahagia di akhirat. berbanyaklah berzikir agar cahaya allah akan turun sama kita semua.
    Dunia ini cuman sementar, dunia ini di iringi akhirat maksudnya dunia ada akhirat ada menurut dalam agama islam, orang yang cerdas akan bekerja untuk sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya kelak. 

   Begitulah seumpama orang yang berbuat amal sholeh di dunia sehingga kita sibuk dalam mengumpulkan ular-ular dan kalajengking maksiat di dunia sehingga kita akan binasa kelak nanti.
Wahai saudaraku, pusatkan perhatian kita pada alam akhirat dan berpalinglah dari duni. ingat suatu saat dunia pasti akan berpaling dari kita semua.  orang yang sibuk dengan harta dan dunia sehingga lalai untuk beribadah kepada allah swt., seperti pelayan yang diutus oleh majikannya ke suatu daerah asing untuk membuatkan beberapa baju. Sesampainya di sana pelayan itu malah bertanya" Dimana aku kan tinggal? Siapa yang akan kunikahi?" Dsb.

   Pelayan itu subuk denagn  urusannya sendiri sehingga lalai dengan pesanan baju sang majikannya, ketika di panggil pulang dan majikannya tahu bahwa dia sama sekali tidak mengerjakan tugas yang di tugaskan sang majikannya. Bukankah sang pelayan pantas di murkai dan di pecat dari tugasnya, itulah balasan bagi orang -orang yang sibuk dunia sehingga dia lalai untuk akhiratnya.  Begitu jugak kita sebagai hamba allah kita harus melakukan apa yang di perintahkan allah swt, Klu kita lalai denagan itu seamua baka akan terima balasanny di akhirat nanti.

    Sebagaimana Allah berfirman " Berbekallah, dan sungguh, sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kaepada -Ku wahai orang- orang yang berakal." { Q.S. al- Baqarah (2) : 197}.
Jadi, ketika allah memerintahkan manusia berbekal  untuk menuju akhirat kelak, dia membolehkannya mengambil dari dunia sebatas seperlunya.  wahaisaudara ku sadrilah bahwa nilai kita semua ditentukan oleh kesibukan kita. Kalau kita lebih memilih dunia ketimbang akhirat maka celakalah kita, karna dunia ibarat bangkai yang tak bernilai, tapih kalau kita ibaratkan dunia cuman tempat kita mencari amal yang baik untuk persiapan akhirat maka kita berbahagilah dunia dan akhirat kelak.
 cuman sekianlah yang dapat saya kupaskan lain kali akan ku kupas lagi judul yang lain ini saya ambil dari sebuah buku mudah-mudahan bermanfaat buaa anda Semua Wassalam..........

Ini Saya ambil pada buku terapi tawakal
 Oleh 10 ulama klasik Psikologi diantara nya
1. Ibnu Qayyim al-jauziyah. 2. Abu Thalib al- maki 3. Syeh abdul qadir jailani 4.Imam Ghazali,
5. Ibnu qudamah al- maqdisi 6. abu said al-kharraz 7. ibnu taimiyah 8. ibnu athaillah al-sakandari 9. al- muhasibi dan 10 imam qusyairi.


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © KISAH SIPENULIS BLOG SEO - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -