Posted by : YAHYA
Sunday, 26 October 2014
Saya akan mengulas sebuah cerita yang terjadi di Desa
Jambo Keupok yang pernah saya alami semasa konflik di aceh 2002/2003
Aceh Selatan salah satu kabupaten yang berada di kawasan
pantai barat selatan provinsi Aceh, sebagai daerah yang dikenal dengan
keindahan panorama alam. Dalam kesempatan ini, penulis ingin menceritakan
kembali pita yang pernah dialami oleh si penulis yang berada dipedalam
Aceh Selatan, tepatnya di Desa Jamboe Keupok kecamatan Bakongan.
STAR............
Pada suatu pagi hari itu, saya mau pergi mandi ke
sebuah sungai rencana siap mandi mau pergi sekolah kira - kira jam 8.00
kira-kira sekitar itulah sewaktu ketika saya habis mandi pagi itu saya
melihat ada beberapa buah mobil TNI menuju ke duson kede tuha biasa
di sebut kulu doson saya biasa di sebut duson hilir, pada saat beberapa menit
saya mendengar suara tembakan saya gak tahu apakah manusia di tembak atau
bukan, lalu saya pergi pulang dengan hati gemetar dan gelisah, di saat
beberapa jam tiba-tiba sekelompok TNI muncul saya sudah merasa ketakutan
tapih dengan pertolongan allah saya tidak di apa-apain, setelah sekelompok TNI
pergi datang pula sekelompok lain mereka berteriak saya mendengar dengan
telinga saya sendiri mereka memintak bensin untuk membakar rumah saya, padahal
pagi itu saya mau berangkat ke sekolah lantaran saya merasa ketakutan saya
bolos sekolah alias gak jadi ke sekolah sewaktu itu saya masih kelas satu SMP
mau naik kelas Dua, semua barang di rumah amblas di bakar kecuali al qur'an dan
izazah saya yang selamat yang lain Nya menjadi abu, sehingga setelah semua itu
di bakar mereka pergi, setelah mereka pergi ada seorang masyarakat mengatakan
yang bahwa 13 orang di bakar dan 3 orang di tembak di tempat berserta 3 rumah di
bakar salah satunya rumah saya, yang paling menyedihkan dua orang yaitu salah
satunya dia baru pulang merantau pas nyampek kerumah langsung di pangil lalu di
isi ujung senjata di dalam mulutnya setelah itu langsung di tembak tewas di
tempat sehingga orang yang di tembak tersebut tidak sempat berjumpa sama orang
tuanya nasib yang kedua dia sedang pulang siap bangkit jaring ikan di sungai
langsung di tembak di tempat dengan pelontar sehingga sekorban tidak sempat
jumpa sama istri dan anak nya, di saat tibanya malam hari masyarakat jambo
keupok merasa ketakutan setelah terjadi waktu siang hari tadi ada yang yang
menangis ada yang gelisah karna ketakutan, semua masyarkat jambo keupok di
kumpulkan di sebuah mesjid di jambo keupok tiada satupun yang tinggal di rumah.
Menjelang beberapa
minggu rasa trouma masyarakt berkurang sehingga mereka pulang kerumah masing -
masing, setelah itu ada bebera hari terjadi lagi yaitu pembakaran jembatan
ujung gunong cut dan terdengar suara tembakan saya tidak tahu apakah senjata
GAM atau TNI, waktu itu terus saya dan kawan - kawan berlarian ke seberang
sungai lantaran ketakutan sama TNI, ada beberapa jam kemudian kembali ke rumah
dengan hati yang gelisah dan gundah, lalu ibu saya mengatakan pada saya apa
kata IBU saya kamu nak sebaik nya kamu masuk di pesantren aja, IBU ku bilang
kamu jangan sekolah lagi karna kita tidak punya apa- apa lagi, padahal saya
kepingin sekolah tapih apa boleh kita buat kita tidak punya apa-apa lagi,
setelah beberpa hari saya tinggal di pesantren saya ter ingat sama orang tua
saya karna saya ingin melihat keadaan orang tua saya kek mana dan rindu beserta
kangen sama mereka, ketika saya pulang dari pesantren pas nyampek ke
kampung saya bertanya pada salah satu saudara saya karna saya tidak tahu adik
dan org tua saya tinggal, lalu saudara saya mangatak bahwa orang tua kamu
tinggal di gubuk tua sama adik kecil kamu lalu orang tersebut mangatakan lagi
bahwa mereka tidak punya apa-apa selain beras dan pakaian dan gebuk tua,
saya menangis ketika mendengarnya setelah itu saya datangi IBU saya, saya
melihat adik dan orang tua saya tinggal di gubuk tua yang sudah lama
ditinggalkan, di dalam nya yang ada cuman peralatan dapur dan sebagian makanan
saya merasa sedih melihat orang tua saya lantaran tidak ada yang temenin selain
mereka berdua lampupun gak adak sama sekali.
Beberapa bulan kemudian
datang lah salah seorang yang ber hati mulia dia menawarkan sebuah rumah kepada
orang tua saya lalu orang tersebut mangatakan daripada rumah itu kosong lebih
baik dipakai aja untuk beberapa bulan ini. Ada beberapa bulan selanjutnya
yang paling menabjubkan adalah biasanya TNI kalau dia datang langsung
marah-marah tapih sekelompok yang satu ini cukup baik sama orang tua saya dia
ngomong baik-baik sopanlah terhadap orang tua cumin hatinya kita gak tahu hanya
allah lah yang tahu. Tahun berganti tahun bulan berganti bulan Terwujudlah
sebuah perdamaian antara TNI dan GAM, maka setelah itu lah
penderitaan yang saya alami beserta keluarga saya dan semua masyarakat jambo keupok
merasa Nyaman Sekian.
Hanya ini lah yang dapat saya ceritakan atau fakta yang saya
dapatkan selama ini ribuan dan Terima Kasih saya ucapkan.
Mudah - mudah pengalaman pahit ini saya kenang selama
- lamanya. Sekian dan terima kasih.
WASSALAM..........................
Ini cerita ku massa laluku(massa konflik dulu) Mana cerita
mu.
Penulis adalah: Yahya anak dari almarhum Muhammad ,
Mahasiswa Unsyiah, Tinggal Di Jambo
Keupok, kec kota bahagia,Kab Aceh Selatan
.jpg)